Struktur Kulit Sebagai Organ Ekskresi

Struktur Kulit Sebagai Organ Ekskresi

Struktur Kulit Sebagai Organ Ekskresi

Struktur Kulit Sebagai Organ Ekskresi
Struktur Kulit Sebagai Organ Ekskresi

dcc.ac.id – Fungsi Kulit

Kulit memiliki banyak fungsi, yaitu: 21

  1. Fungsi Proteksi

Kulit punya bantalan lemak, ketebalan, serabut jaringan penunjang yang dapat melindungi tubuh dari gangguan :

  • fisis/ mekanis : tekanan, gesekan, tarikan.
  • kimiawi : iritan seperti lisol, karbil, asam, alkali kuat
  • panas : radiasi, sengatan sinar UV
  • infeksi luar : bakteri, jamur

 

Beberapa macam perlindungan :

  • Melanosit => lindungi kulit dari pajanan sinar matahari dengan mengadakan tanning (penggelapan kulit)
  • Stratum korneum impermeable terhadap berbagai zat kimia dan air.
  • Keasaman kulit kerna ekskresi keringat dan sebum => perlindungan kimiawo terhadap infeksi bakteri maupun jamur
  • Proses keratinisasi => sebagai sawar (barrier) mekanis karena sel mati melepaskan diri secara teratur.
  1. Fungsi Absorpsi => permeabilitas kulit terhadap O2, CO2, dan uap air memungkinkan kulit ikut mengambil fungsi respirasi. Kemampuan absorbsinya bergantung pada ketebalan kulit, hidrasi, kelembaban, metabolisme, dan jenis vehikulum. PEnyerapan dapat melalui celah antar sel, menembus sel epidermis, melalui muara saluran kelenjar.
  2. Fungsi Ekskresi => mengeluarkan zat yang tidak berguna bagi tubuh seperti NaCl, urea, asam urat, dan amonia. Pada fetus, kelenjar lemak dengan bantuan hormon androgen dari ibunya memproduksi sebum untuk melindungi kulitnya dari cairan amnion, pada waktu lahir ditemui sebagai Vernix Caseosa.
  3. Fungsi Persepsi => kulit mengandung ujung saraf sensori di dermis dan subkutis. Saraf sensori lebih banyak jumlahnya pada daerah yang erotik.
    • Badan Ruffini di dermis dan subkutis => peka rangsangan panas
    • Badan Krause di dermis => peka rangsangan dingin
    • Badan Taktik Meissner di papila dermis => peka rangsangan rabaan
    • Badan Merkel Ranvier di epidermis => peka rangsangan rabaan
    • Badan Paccini di epidemis => peka rangsangan tekanan

 

  1. Fungsi Pengaturan Suhu Tubuh (termoregulasi) => dengan cara mengeluarkan keringat dan mengerutkan (otot berkontraksi) pembuluh darah kulit. Kulit kaya pembuluh darah sehingga mendapat nutrisi yang baik. Tonus vaskuler dipengaruhi oleh saraf simpatis (asetilkolin). Pada bayi, dinding pembuluh darah belum sempurna sehingga terjadi ekstravasasi cairan dan membuat kulit bayi terlihat lebih edematosa (banyak mengandung air dan Na)
  2. Fungsi Pembentukan Pigmen => karena terdapat melanosit (sel pembentuk pigmen) yang terdiri dari butiran pigmen (melanosomes)
  3. Fungsi Keratinisasi => Keratinosit dimulai dari sel basal yang mengadakan pembelahan, sel basal yang lain akan berpindah ke atas dan berubah bentuknya menjadi sel spinosum, makin ke atas sel makin menjadi gepeng dan bergranula menjadi sel granulosum. Makin lama inti makin menghilang dan keratinosit menjadi sel tanduk yang amorf. Proses ini berlangsung 14-21 hari dan memberi perlindungan kulit terhadap infeksi secara mekanis fisiologik.
  4. Fungsi Pembentukan Vitamin D => kulit mengubah 7 dihidroksi kolesterol dengan pertolongan sinar matahari. Tapi kebutuhan vit D tubuh tidak hanya cukup dari hal tersebut. Pemberian vit D sistemik masih tetap diperlukan.

 

 

sumber :

Struktur Kulit – Pengertian, Anatomi, Gambar dan Fungsinya